Harum Bunga Cinta (HBC); anakku, terlambat berangkat sekolah hari ini. HBC sekolah di kelas satu SD Inpres Nipa-nipa tahun ini.
Dia terlambat karena sejak dari tadi malam, ibunya bilang kalau hari ini hari libur, berdasarkan sebuah kalender yang terpajang di belakang lemari yang merangkap dinding kamar. Di kalender ini, hari ini, tanggal 27 agustus 2010 berwarna merah alias libur Nuzulul Quran. Kalender ini saya dapat geratis dari sebuah toko parcel.
Saya yang juga percaya kalau hari ini libur, mencoba menikmatinya bersama mentok-mentok peliharaanku pagi ini. Sedang asik memberi makan mentok, tiba-tiba teriak dari jauh ibunya anggel; teman sekolah HBC, “Harum tidak sekolah kah?’. Dengan santai saya jawab, “Tidak, libur…”. Tapi beberapa detik kemudian saya jadi ragu. Saya ambil hp dan menelpon Pak Rusli; teman kerjaku. Saya tanyakan apakah hari ini libur. Istrinya yang kebetulan mengangkat telpon menjawab kalau hari ini tidak libur.
Saya langsung suruh HBC siap-siap berangkat ke sekolah. Harum laksanakan sambil menangis, sepertinya dia takut masuk kelas terlambat karena saat itu memang sudah lewat setengah jam jam masuk sekolah.
Dari kejadian ini, yang paling saya anggap penting adalah kedatangan Ibu Anggel. Mengingatkan sesuatu yang benar dan begitu kami butuhkan. Kalau tidak, pasti HBC tidak masuk sekolah dan saya tidak masuk kerja hari ini.